Yap, sesuai dengan visi yang Tuhan berikan kepada kami, kami percaya bahwa keberadaan kami bukan sesuatu yang kebetulan. Mempelai Bijak Ministries hadir untuk mengawal generasi muda di Salatiga, mendampingi mereka dalam proses mengenal Tuhan Yesus melalui Roh dan Kebenaran. Kami berkomitmen untuk menciptakan ruang yang mendukung pertumbuhan iman, karakter, dan kreativitas para pemuda, sehingga mereka dapat hidup dengan semangat kasih Kristus dalam setiap langkah mereka. Melalui berbagai kegiatan dan pelayanan, kami ingin bersama-sama membangun komunitas yang saling menginspirasi dan menyemangati, mewujudkan visi Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Jika Engkau Memiliki Segalanya di Dunia, Akankah Engkau Puas?
Bayangkan jika segala yang diimpikan telah menjadi milikmu—harta, kemewahan, dan segala fasilitas yang dunia tawarkan. Pertanyaan ini mengajak kita untuk merenung: apakah kepemilikan materi semata cukup untuk menciptakan kepuasan sejati dalam hidup?
Seringkali, kita mengaitkan kebahagiaan dengan hal-hal yang bersifat duniawi. Namun, dalam perjalanan mengenal Tuhan Yesus melalui Roh dan Kebenaran, kita diajak untuk menyadari bahwa hidup lebih dari sekadar apa yang tampak di permukaan. Seperti yang tertulis dalam Matius 6:33, "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." Ayat ini mengingatkan bahwa kepuasan sejati datang dari mengejar hal-hal yang kekal—iman, hubungan yang bermakna, dan pertumbuhan rohani—bukan sekadar akumulasi materi.
Pertanyaan retoris "Jika engkau memiliki segalanya di dunia, akankah engkau puas?" mengajak kita untuk mengevaluasi arti memiliki "segalanya." Apakah itu hanya soal harta benda atau tentang bagaimana kita menggunakan berkat tersebut untuk menyebarkan kasih dan kebaikan? Dalam mengawal generasi muda di Salatiga, kami berupaya menanamkan nilai bahwa hidup yang bermakna adalah sebuah proses pengenalan akan Tuhan, pengembangan karakter, dan pelayanan kepada sesama.
Maka, meskipun segala hal tampak sempurna secara materi, pertanyaan ini mengingatkan kita bahwa kepuasan sejati tidak terletak pada apa yang dunia tawarkan, melainkan pada kedekatan dengan Tuhan dan penghayatan akan nilai-nilai kekal yang membentuk hidup.